BERKARYA SENI TARI

A. Berkarya Tari

Pada tahap berkarya peserta didik diarahkan untuk melahirkan kreativitas seni berdasarkan pengalaman dan kegiatan berkarya dalam hubungannya dengan kognitif (pengetahuan, estetika dan keterampilan mengungkapkan (psikomotor), sosial yang dilakukan melalui kesadaran berekspresi. Teknik memperagakan kreatifitas yang dilakukan diharapkan dapat menganalisis bentuk seni sesuai dengan tema atau ide yang diamati dan dikritik melalui media cetak, tulis, dan diskusi. Persentasikan hasil temuan kamu di depan teman-teman, lalu peragakan gerakan yang kamu dapatkan.

  1. Tentukan tema yang kamu pilih, coba jelaskan latar belakang, fungsi, tujuan, seni tari.
  2. Amati seluruh penyajian, bentuk seni tari yang berkembang di daerah asal kamu.
  3. Coba analisis, tingkat persepsi pengetahuan, pengertian, analisis, penilaian, apresiasi sampai keutuhan produksi.
  4. Kemungkinan masalah lain yang dapat muncul akan ditemukan. Marilah kita tulis melalui kritik yang membangun.
  5. Lebih lanjut dalam laporan kamu harus melatih, mencipta, menginterpretasikan, mencatat dan mendisain budaya dan seni yang terjadi di masyarakat. Sehingga pengetahuan dan keterangan kamu dapat digunakan untuk menentukan peserta didik lain mengajarkan kritik seni secara proporsional.

B. Gagasan Tari

Gagasan akan berakitan dengan tema tari yang akan diungkapkan menjadi suatu pesan atau makna tari. Keunikan gagasan dapat dilihat dari unsur gerak yang terdiri dari :

a. Gerak Murni
Gerak murni dalam istilah Jawa disebut dengan terak tidak wantah, merupakan gerak yang disusun semata-mata untuk mendapatkan bentuk artistiknya saja.
b. Gerak maknawai
Gerak maknawi adalah suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud di samping keindahannya
c. Gerak asimetris
Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang tidak memiliki keseimbangan atau sebangun, baik ruang maupun desainnnya.
d. Gerak simetris
Gerak yang disusun terdiri atas gerak-gerak yang sebangun, baik ruang maupun desainnya. Keunikan gagasan dapat pula dikembangkan dari ide-ide yang orisinal berdasarkan pengekspresian diri. Pengekspresian pada tari dapat melalui pijakan gerak yang tidak dimiliki tarian lainnya akan memunculkan kekhasan. Kekhasan tersebut dapat dilihat dari :

C. Dasar Pijakan Berkarya Tari
Suatu bentuk tari akan terkait dengan salah satu dasar pijakan, sebagai sumber pengayaan dalam proses penciptaan.
1.Pijakan Tradisi Tari tradisi adalah tari yang lahir, tumbuh, berkembang dalam suatu masyarakat yang kemuian diturunkan atau diwariskan secara terus, menerus dari generasi ke generasi. Artinya tarian tersebut masih sesuai dan diakui oleh masyarakat pendukungnya. Segala bentuk tari tradisi dapat merupakan sumber, dapat pula merupakan bahan untuk dipikirkan, diolah dan digarap, sehingga melahirkan bentuk-bentuk baru. Suatu bentuk tari terkadang digarap berdasarkan pijakan tari tradisi, sehingga akan menghasilkan bentuk tari yang baru setelah melalui proses pengkomposisian.

  1. Pijakan Gaya
    Keseluruhan yang dijadikan dasar bagi orang untuk menandai identias mereka terdiri dari sesuatu yang disebut dengan gaya (style). Gaya dalam tari tersusun dari simbol-simbol,bentuk-bentuk dan orientasiorientasi nilai yang mendasarinya. Di bawah ini merupakan skema pengembangan keunikan gagasan yang awalnya hanya dimulai dari anggota tubuh, namun apabila dipraktikan hasilnya merupakan keunikan gerak yang terdapat dalam tari Zapin.

Sumber : Koreografi : Pengantar Apresiasi Seni Tari
Skema Keunikan Gerak dalam Tari Zapin

Keterangan gambar: Diawali dengan Tubuh kemudian dari tubuh dikembangkan menjadi bagian badan (dikembangkan gerak membungkukberdiri tegap-doyong), bagian kepala (dikembangkan gerak mengangkat dagu-menggeleng-mengangguk-mendongak), bagian kaki (dikembangkan gerak jinjit-berjalan-berlari-bersimpuh), bagian tangan (dikembangkan gerak mengepal menangkis). Selanjutnya dikombinasikan antara gerak badan (membungkuk) - kepala (mengangkat dagu) - tangan (mengepal) – kaki (berjinjit). Apabila dilakukan berulang-ulang dengan hitungan bervariasi, maka akan terbentuk ragam gerak seperti tari Zapin. Dari imajinasi ini kemudian ditarik suatu tema yaitu "langkah Zapin". Keunikan gagasan yang dapat diambil sebagai tema dari karya-karya tari di nusantara dapat diangkat :
a. Tema lingkungan dan alam sekitar, seperti gerak-gerak angin bertiup, pohon bergoyang, air yang mengalir di sungai, berkaitan dengan perburuan, mata pencaharian (nelayan, pertanian, dsb)
b. Tema logika matematika, seperti gerak tangan yang membentuk bermacam-macam sudut, komposisi kelompok dengan permainan jumlah penari atau menggunakan pola soal cerita matematika.
c. Tema kehidupan sehari-hari, seperti bermain peran, jenis permainan anak yang biasa dilakukan (dolanan), dsb.
d. Tema dengan menggunakan properti, di mana properti dapat sebagai pendukung tari untuk mengekspresikan gerak, seperti bermain tali/pita, kentongan, tempurung, payung, topeng, dsb.

Pertanyaan

  1. Bagaimana pendapat kamu tentang seni tari, uraikan dan analisis latar belakang, pola penyajian, tema, ide, musik, tata rias, stage, pola lantai, jumlah penari?
  2. Diskusikan dengan teman, buat laporan dan hasil pengamatan hubungannya dengan seni tari tradisional, seni tari non tradisional. Amati gerak dan pendukung lainnya.

Tugas Kelompok

  1. Buatlah satu buah tari berkelompok atau berpasangan yang dikreasikan dari tari tradisional daerah mu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top